Postingan

Cerita Pilu di Balik Kota Emas

Gambar
Penulis: Adolfina Kuum  Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Wilayah Mimika Timur Jauh  (Lepemawil – Mimti ) Telah 50 tahun PT Freeport merenggut lahan emas di tanah Amungsa bumi Kamoro Timika. Lingkungan hidup tanah Amungsa bumi Kamoro telah diperkosa dan terkoyak oleh PT Freeport. Keberadaannya membawa malapetaka dan penderitaan bagi suku Amungme dan Kamoro sebagai pemilik tanah adat yang mendiami wilayah itu. Gunung-gunung keramat dirontoki, digunduli, dirusak, meluluhlantahkan tradisi warisan nenek moyang dan leluhur yang dijaga dan dirawat secara turun temurun di negeri itu. Bagi suku Amungme gunung dan gua adalah tempat Keramat berdiamnya para leluhur. Namun tempat-tempat itu telah dirusak karena kekejaman manusia yang haus akan keserakahan modal dan kekayaan alam semata. Suku Kamoro yang mendiami pesisir pantai menderita akibat limbah tailing yang dibuang begitu saja tanpa aturan dan prosedur. Sungai-sungai yang dulu mengalir indah dan jernih menyerupai bulu Cendera...

Tunas Perlawanan

Gambar
Puisi Oleh: Haroly Darakay Aktifis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Ketika tunas itu tumbuh, memunculkan seribu makna Tertulis rapi pada ruas-ruas batang Menggantung megah pada dedaunan Melihat kekayaan orang serakah Di sudut jalan, Si miskin terkulai lemah Masuk ke dalam tidur malam Makanan seadanya, pakaian robek dan kumal selimuti tubuh Tak bisa berbuat banyak, karena ditindas Tapi… Senyum harap tak pernah rapuh Ketika tunas itu tumbuh, serupa tubuh yang mengakar Setiap nafas yang berhembus adalah Sabda Perjuangan Penguasa dunia ini kejam. Mereka menindas yang miskin dan yang lemah… Haruskah kita berdiam? Terhadap kekejaman mereka? Ayo,,,bangkilah kawan,,, siapkan senjata ilmu Lawan, lawan, lawan!!

Tirani Pendidikan

Gambar
Hard Darakay Penulis Oleh ; Hard Darakay Harold Aktifis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kepulauan Aru “Jangan pukul kami dengan rotan, kami manusia bukan kuda” mungkin itu yang akan diungkapkan murid saat dipukul pantatnya dengan rotan oleh guru mereka di sekolah. Begitulah gambaran yang muncul dalam lagu “Another Brick in the Wall”. Murid tidak bebas dalam mengekspresikan ilmu pengetahuan dan skill yang sebenarnya ada di dalam diri mereka. Murid wajib mengikuti secara patuh semua peraturan dan proses belajar-mengajar yang sudah ditetapkan secara baku. Murid wajib hadir di kelas tepat waktu, wajib berpakaian rapi, duduk dan diam di dalam kelas mendengar penjelasan guru. Tak boleh mengerjakan sesuatu yang lain di luar pelajaran yang sedang diajarkan. Jika murid melakukan sesuatu yang bertentangan dengan aturan dan budaya pengajaran yang ditetapkan sekolah maka sanksinya adalah kekerasan fisik dan psikologis. Secara fisik, murid akan dipukul dengan rotan. Tak ada bedanya de...

May Day Menolak Outsoursing Berkedok Magang

Gambar
Oleh : Dara Hilda Maisyita Aktifis Flowers Aceh Ribuan buruh memperingati May Day dengan turun kejalan melayangkan beberapa tuntutan. Semula massa aksi direncanakan berkumpul di Istana Merdeka yang datang dari beberapa titik di Jakarta. Namun sayangnya jalan menuju istana diblokade pihak keamanan dengan kawat-kawat berduri. Sehingga seluruh massa aksi bertumpuk di depan patung silang kuda. Aksi yang berlangsung pada tanggal 1 mei 2017 ini dikawal ketat oleh kepolisian dengan menurunkan sebanyak tujuh ribu personil. Dalam aksi ini, salah satu tuntutan yang dilayangkan adalah menolak sistem outsoursing yang berkedok pemagangan. System ini dianggap sebagai salah satu mekanisme perbudakan dijaman modern, sehingga perlu dikritisi secara cermat. Dalam era globalisasi, setiap perusahaan kerap kali memasang persyaratan pelamar memiliki pengalaman kerja terlebih dahulu. Maka perusahaan membuka kesempatan kepada fresh graduation atau tamatan SMA/SMK untuk memiliki kesempatan mag...

Freedom Writers, Pendidikan Yang Mendidik

Gambar
Oleh : R. Kottir Aktifis Lapar Sulsel Film Freedom Writers dirilis pada 2007. Diambil dari kisah nyata di sekolah Long Beach Unified School District Amerika Serikat. Kisah ini menggambarkan tentang dunia pendidikan buruk, tak ada perhatian serius guru dalam dalam mendidik murid, murid di sekolah ini terpengaruh dengan kehidupan geng. Murid tersebut dari berbagai latar belakang suku dan warna kulit. Perbedaan itu membuat kelompok sendiri dan tak ingin bergaul diluar dari sukunya. Orang berkulit hitam membenci kulit putih begitu pun sebaliknya, perang antar suku kerap terjadi di sekolah ini. Erin Gruwell sebagai guru hadir membawa nuansa baru di kelas 203. Erin akrab dengan senyuman, ia melangkah menuju kelas, mengenakan baju merah pekat, dilehernya mutiara putih pemberian ayahnya tak pernah ia lepaskan, Erin melangkah perlahan memasuki ruangan, tak ada satupun murid ditemuinya, ia memandangi meja dihiasi coretan. Bell pertama bunyi, di depan papan tulis ia sudah siap menyamb...

Dialektika Cinta

Gambar
Septi Meidodga Oleh : Septi M Cinta merupakan sebuah perasaan yang tertanam dalam hati setiap pribadi manusia, dimana seseorang akan merasakan gejolak dalam dirinya, karena gejolak tersebut lain dari sikap dan kata-kata pribadi kita. Pergerakan tubuh manusia dapat digerakan Karena pikiran, dan jujur kita mengakui bahwa pikiran yang tulus dan murni hanya dari "Hati" sehingga semua yang berkaitan dengan hati nurani tidak bisa membohongi pribadi kita. Pergerakan tubuh akan melahirkan perkembangan tubuh, yang akan disebut sebagai keinginan " Hati " sebab semua itu ada proses dan tahapan yang harus dilalui sesuai mekanisme. Dialektika Cinta merupakan sebuah hasrat percintaan yang mengedepankan, nilai-nilai keadilan dalam percintaan, yaitu saling menghargai, saling menghormati, saling melengkapi, dan sepahan dalam tindakan perhubungan Cinta. Kehadiran cinta untuk membawa energi dan kekuatan bagi pribadi seseorang demi menciptakan pembentukan,karakter yang ...